Awalnya aku tahu info mengenai Lomba Menulis Cerita Rakyat Kabupaten Tangerang ini dari pegawai perpustakaan kecamatan Teluknaga yang kebetulan adalah kakak kelasku semasa SMA.
Aku tertarik mengikuti lomba ini selain karena hadiah yang ditawarkan lumayan besar, juga karena aku ingin mengangkat cerita rakyat yang ada di kecamatan tempatku tinggal.
Akhirnya, kau membuat sebuah cerita mengenai asal mula penamaan Kecamatan Teluknaga yang sumbernya kudapat dari cerita seorang kawan sekantorku yang cukup tahu tentang awal mula penamaan Teluknaga. Cerita itu diperkuat dari cataan sejarah yang kubaca dari buku Sejarah kabupaten Tangerang dan dari literatur elektronik. Akhirnya aku dapat menyusun sebauh cerita rakyat bertajuk "TELUKNAGA" yang kutulis mengalir dengan gaya deskriptis agar lebih membawa pembaca.
Pada tanggal 30 Juni aku menyerahkan naskahku langsung ke kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Tangerang yang berlokasi di Balaraja, 2 jam perjalanan bermotor dari Teluknaga. Dan aku diundang hadir pada tanggal 12 Juli pada acara pengumuman pemenang.
Tanggal 12 Juli 2011, yakni pada acara pengumuman pemenang lomba, pada mulanya aku memutuskan untuk tidak hadir pada acara tersebut karena jarak yang terlalu jauh. namun pukul 11.00 aku dihubungi oleh petugas Perpusda untuk datang.
Akhirnya, kuniatkan untuk berangkat sendiri denagn sepeda motorku ke Balaraja. Sampai disana acara lomba mendongeng pelajar SD dan SLTP masih berlangsung dan pukul 15.00 nama-nama pemenang dari semua kategori lomba diumumkan. Saat tiba giliran kategori Pemenang Lomba Menulis Cerita Rakyat, hatiku berdebar, karena namaku tak kunjung disebut, nama-nama juara harapan sudah disebut hingga tiga, nama juara sudah disebut, juara tiga, juara dua, hmmmmmmmh,... pupus sudah harapanku, namaku tak kunjung disebut. Hatiku yang pupus itu tiba-tiba seolah tersengat oleh percikan listrik tatkala namaku disebut sebagai Juara I. aku mendadak limbung, amat bahagia, dan gugup ketika dipersilakan naik ke atas panggung. dalam hatiku berkali-kali memuji nama-Nya, syukur yang tiada tara. Alhamdulilah... ^_^
Akhirnya, kuniatkan untuk berangkat sendiri denagn sepeda motorku ke Balaraja. Sampai disana acara lomba mendongeng pelajar SD dan SLTP masih berlangsung dan pukul 15.00 nama-nama pemenang dari semua kategori lomba diumumkan. Saat tiba giliran kategori Pemenang Lomba Menulis Cerita Rakyat, hatiku berdebar, karena namaku tak kunjung disebut, nama-nama juara harapan sudah disebut hingga tiga, nama juara sudah disebut, juara tiga, juara dua, hmmmmmmmh,... pupus sudah harapanku, namaku tak kunjung disebut. Hatiku yang pupus itu tiba-tiba seolah tersengat oleh percikan listrik tatkala namaku disebut sebagai Juara I. aku mendadak limbung, amat bahagia, dan gugup ketika dipersilakan naik ke atas panggung. dalam hatiku berkali-kali memuji nama-Nya, syukur yang tiada tara. Alhamdulilah... ^_^

hmmm..cuma cerita pengalamanya aja yaa.. kirain di post kan juga hasil karangannya tentang teluknaga :)
BalasHapus